Laudato Si' : Wujud Iman Kristiani Mengasihi Seluruh Ciptaan

Untuk menyambut ajakan Paus Fransiskus dalam ensikliknya Laudato Si’ tentang perawatan rumah kita bersama, subseksi LH MKK juga ikut menyambut ajakan tersebut dengan penuh semangat, mengingat kondisi bumi saat ini yang menuju kerusakan, maka untuk kedua kalinya subseksi LH MKK mengangkat tema ini sebagai materi rekoleksi soal bagaimana seharusnya manusia bersikap atas alam dan lingkungannya. 
Tepatnya di hari Sabtu 24 Februari lalu, rekoleksi dibawakan secara apik dan menarik oleh Romo A. Andang L. Binawan SJ dan Tim KAJ. Ada sekitar 95 peserta yang menghadiri kegiatan ini, baik dari Paroki MKK maupun non Paroki MKK.

Dalam acara tersebut, Romo Andang membahas mengenai 12 Pokok Pikiran Katolik tentang Lingkungan Hidup dimulai dari kisah penciptaan Allah atas langit dan bumi serta isinya dimana semuanya itu baik. Selain itu kita juga diingatkan untuk menjalin relasi ke atas : cinta pada Tuhan, ke samping kiri : cinta pada musuh, ke samping kanan : cinta pada sesama serta ke bawah : cinta pada bumi seisinya. Romo juga mengaitkannya dengan ajaran St. Fransiskus dari Asisi bahwa alam ciptaan, menyingkapkan misteri Kristus. Puncak pernyataan kesatuan dan kebersamaannya dengan segenap ciptaan terungkap dalam “Gita Sang Surya” atau “Pujian Segala Makhluk.” Bagi St. Fransiskus, semua ciptaan adalah “saudara/i”, anggota keluarga Allah. la menaruh kasih sayang bukan hanya terbatas kepada umat manusia, tetapi juga kepada segala makhluk yang merayap dan bergerak di bumi, bahkan kepada segala sesuatu yang tak bernyawa. Sikap ini terungkap dalam kata-kata berikut: “Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena saudari bulan dan bintang-bintang… Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena saudara angin...karena saudari air...karena saudara api…karena saudari lbu Pertiwi.”

Terkait persoalan lingkungan, Romo Andang memaparkan 3 bentuk dosa ekologis :
1. Keserakahan
2. Ketidakpedulian
3. Tidak mau repot
yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada semua lini : lubang ozon, pemanasan global, kemerosotan lingkungan mulai dari polusi (udara, air, laut), kerusakan tanah dan hutan, dll.
Menegaskan hal ini, Romo Andang mengatakan bahwa banyak orang terkena sindrom “NIMBY - Not In My Back Yard”. Kalimat ini mungkin bisa dipadankan dengan sikap EGP (emangnya gue pikirin ?) atau mengutip istilah Romo Andang “Katro” yang artinya sikap orang yang tidak peduli pada orang lain, pada bumi / lingkungan serta pada generasi yang akan datang.
Lalu pertanyaannya apa yang bisa kita lakukan sebagai pengikut Kristus ?
Untuk memulainya marilah kita melihat sekeliling kita dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan kesanggupan kita antara lain :
Gerakan Pilah Sampah (Organik dan Non Organik) 
Gerakan PanTikFoam (Pantang Plastik dan Styrofoam)
Gerakan BBM (Bawa Botol Minum)
Lubang Resapan Biopori
Pengolahan Kompos
Budidaya Vertikultur
Gerakan Silih Ekologis

Pada akhirnya banyak hal yang bisa kita lakukan bila tidak ingin disebut Katro’
Menutup rekoleksi, Romo Andang mengajak peserta untuk merenungi iman masing-masing karena iman ibarat benih yang ditabur dalam hati manusia.